Friday, September 2, 2016

Bupati Enrekang Buka Festival Sungai Saddang

Bupati Muslimin Bando disambut tarian para polwan polres Enrekang

MACCANEWS -- Meski sungai Saddang tak difungsikan sebagai rute kapal pengangkut bertonase besar, hingga kini aliran sungainya melalui beberapa pedesaan masih dimanfaatkan angkutan komoditi menuju pasar kota Enrekang.

Selain itu pula sejak zaman penjajahan Belanda nama sungai Saddang yang menyimpan nuansa sejarah yang kental, maka pemkab enrekang serta pemprov Sulsel telah menjaga keamanan bantaran sering digerus arus air yang bergelok di musim penghujan.

"Pemerintah ingin sepanjang bantaran sungai dilalui jalan SWIS dan dimanfaatkan masyarakat dengan berjualan makanan serta tempat jajanan, asal jangan bangunan permanen," tegas Muslimin Bando (2/9/2016) saat membuka resmi Festival dan expo 2016.

Untuk menambah kesan menarik, di sepanjang pinggiran aliran sungai itu disiapkan agar pengunjung dapat melihat segala aktivitas di atas sungai dengan jelas. Seperti lomba dayung perahu serta hiburan musik, pasar malam,pameran industri yang menjadi pusat kegiatan dilakukan hingga malam hari.

Muslimin Bando mengatakan, untuk menjaga keamanan sungai dari longsor dilakukan dari program balai pengamanan sungai besar sulsel. Dibangun tanggul bantaran sungai sepanjang tak kurang 10 Km sampai kabere kecamatan Cendana.

"Tempat ini dikenal jalan SWIS artinya itu Sekitar Wilayah Sudda dicanangkan pemda kalender wisata perairan sungai," jelas Bupati Enrekang didampingi Forkompemda dan segenap SKPD lingkup pemkab Enrekang,pinca BRI Enrekang. (R7/Jn)

Baca Juga:

0 komentar:

Ragam

Blogger templates. Proudly Powered by Inovasi Digital.