TERKINI

Monday, April 3, 2017

MACCANEWS - Ketua BPC Hipmi Parepare ini merangkul komunitas Group Medias Sosial Facebook "Aku Cinta Parepare" untuk turun bersama memberikan bantuan kepada keluarga Annas ini.

"Komunitas ACP (Aku Cinta Parepare) akan turun langsung untuk melihat kondisi keluarga Annas ini sekaligus rencananya memberikan bantuan," jelas pengusaha muda ini.

Sementara itu, Camat Bacukiki Barat, Andi Erwin Pallawarukka berjanji akan menfasilitasi guna pemberian bantuan terhadap keluarga Annas, penderita masalah katup jantung di jalan Kesuma Timur, Kelurahan Kampung, Kota Parepare.

"Saya akan fasilitasi untuk menanyakan langsung masalah bantuan ini kepada Bagian Kesra dan Dinas Sosial," jelas putra dari legislator Partai Demokrat Parepare ini saat dihubungi via sellulernya.

Erwin menuturkan, masalah pengobatan Annas semuanya sudah ditanggung melalui BJPS Kesehatan. Namun sebagai aparat pemerintah yang harus turun melayani masyarakat, kata dia, maka akan dicoba untuk difasilitasi. "Kita akan fasilitasi karena warga kami," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk biaya yang dibutuhkan yakni masalah biaya selama pengobatan, tidak ada pos anggaran terkait hal itu, tetapi pihaknya tetap akan mencoba mengupayakan siapa tahu ada bantuan. "Intinya kita fasilitasi karena kan biaya pengobatannya sudah ditanggung," jelasnya.

Sebelumnya, putri sulung Annas, Anisa (14), siswi SMP Negeri 9 Parepare ini berupaya mengumpulkan uang sebanyak Rp. 5 juta untuk biaya operasi ayahnya.

Selama sepekan terakhir, sepulang sekolah Anisa berkeliling dari rumah ke rumah, berharap ada dermawan yang bersedia membantunya. "Saya terpaksa begini kak, karena kalau kumpulkan uang dengan bekerja, entah kapan bisa terkumpul Rp. 5 juta," ucapnya.

Anisa melakukan hal itu, setelah putus harapan tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu dekat.

Ia mengaku, dirinya hanya berbekal surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan setempat. "Kami minta izin sama pak lurah untuk minta sumbangan, katanya asal jangan keluar dari Kota Parepare," imbuhnya.

Saat masih sehat, lanjut Annisa, ayahnya (Annas) bekerja sebagai tukang batu. Penghasilannya tidak menentu tergantung kerjaan yang diberikan. "Kini ayah sakit dan tidak ada lagi yang jadi tumpuan keluarga," ucapnya lirih.

Untungnya, kata dia, untuk makan sehari-hari dibantu oleh nenek dan saudara-saudaranya. "Ibu saya juga bekerja jadi tukang cuci dan digaji Rp. 30 ribu per hari. Jadi adik-adik saya yang jaga ayah kalau saya keluar cari sumbangan," kata Anisa.

"Kadang saya diusir kak, dikiranya minta-minta buat makan saja. Kalau ada mau bantu, tidak mungkin saya mengemis," ucapnya. (Lan)

Bantu Annisa, Hipmi Parepare Gerakkan Komunitas Medsos

MACCANEWS - Ketua BPC Hipmi Parepare ini merangkul komunitas Group Medias Sosial Facebook "Aku Cinta Parepare" untuk turun bersama memberikan bantuan kepada keluarga Annas ini.

"Komunitas ACP (Aku Cinta Parepare) akan turun langsung untuk melihat kondisi keluarga Annas ini sekaligus rencananya memberikan bantuan," jelas pengusaha muda ini.

Sementara itu, Camat Bacukiki Barat, Andi Erwin Pallawarukka berjanji akan menfasilitasi guna pemberian bantuan terhadap keluarga Annas, penderita masalah katup jantung di jalan Kesuma Timur, Kelurahan Kampung, Kota Parepare.

"Saya akan fasilitasi untuk menanyakan langsung masalah bantuan ini kepada Bagian Kesra dan Dinas Sosial," jelas putra dari legislator Partai Demokrat Parepare ini saat dihubungi via sellulernya.

Erwin menuturkan, masalah pengobatan Annas semuanya sudah ditanggung melalui BJPS Kesehatan. Namun sebagai aparat pemerintah yang harus turun melayani masyarakat, kata dia, maka akan dicoba untuk difasilitasi. "Kita akan fasilitasi karena warga kami," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk biaya yang dibutuhkan yakni masalah biaya selama pengobatan, tidak ada pos anggaran terkait hal itu, tetapi pihaknya tetap akan mencoba mengupayakan siapa tahu ada bantuan. "Intinya kita fasilitasi karena kan biaya pengobatannya sudah ditanggung," jelasnya.

Sebelumnya, putri sulung Annas, Anisa (14), siswi SMP Negeri 9 Parepare ini berupaya mengumpulkan uang sebanyak Rp. 5 juta untuk biaya operasi ayahnya.

Selama sepekan terakhir, sepulang sekolah Anisa berkeliling dari rumah ke rumah, berharap ada dermawan yang bersedia membantunya. "Saya terpaksa begini kak, karena kalau kumpulkan uang dengan bekerja, entah kapan bisa terkumpul Rp. 5 juta," ucapnya.

Anisa melakukan hal itu, setelah putus harapan tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu dekat.

Ia mengaku, dirinya hanya berbekal surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan setempat. "Kami minta izin sama pak lurah untuk minta sumbangan, katanya asal jangan keluar dari Kota Parepare," imbuhnya.

Saat masih sehat, lanjut Annisa, ayahnya (Annas) bekerja sebagai tukang batu. Penghasilannya tidak menentu tergantung kerjaan yang diberikan. "Kini ayah sakit dan tidak ada lagi yang jadi tumpuan keluarga," ucapnya lirih.

Untungnya, kata dia, untuk makan sehari-hari dibantu oleh nenek dan saudara-saudaranya. "Ibu saya juga bekerja jadi tukang cuci dan digaji Rp. 30 ribu per hari. Jadi adik-adik saya yang jaga ayah kalau saya keluar cari sumbangan," kata Anisa.

"Kadang saya diusir kak, dikiranya minta-minta buat makan saja. Kalau ada mau bantu, tidak mungkin saya mengemis," ucapnya. (Lan)

Sunday, February 19, 2017

MACCANEWS - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Hasan Basri Baso, mengapresiasi serta mendukung program Pemilihan RT/RW serentak dan pertama kali dilaksanakan dalam sejarah demokrasi Indonesia.

“Hal ini patut didukung dan disukseskan semua elemen. Bukan hanya Pemkot dan jajarannya, tetapi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Makassar,” katanya.

Hasan menilai, program ini adalah proses pembelajaran demokrasi yang ril dan langsung menyentuh akar rumput. “Saya melihat, baik di media sosial dan media massa, ataupun dengan mata kepala saya sendiri, antusiasme masyarakat terhadap Pilkara ini. Dan saya menangkap ada pembelajaran moril berdemokrasi yang baik. Ini adalah isyarat, demokrasi di Kota Makassar akan bertumbuh dengan baik,” tuturnya.

Lanjut Hasan, jika masyarakat sudah lihai berdemokrasi pada level yang terkecil, maka mereka akan semakin terbiasa pada level yang besar. Sehingga kesadaran mereka akan pentingnya demokrasi dan menentukan pilihan tanpa money politik akan dirasakan sendiri.

“Yang menjadi momok sekarang ini adalah, jika demokrasi pada level yang besar, mereka menerima money politik dengan alasan sulitnya akses atau tidak adanya perubahan kehidupan, jika kandidat yang terpilih menempati posisi. Nah, jika pemimpin itu adalah RT/RW yang akan dia rasakana sendiri inovasinya, maka money politik tak berlaku bagi mereka. Jika hal ini dibiasakan, maka masyarakat akan semakin sadar dala menentukan hak politiknya,” jelas Hasan.

Karena itu, Hasan meminta kepada semua elemen untuk membantu masyarakat dan pemerintah kelurahan setempat menyukseskan kegiatan ini. “Saatnya turun bersama dalam menyukseskan program ini. Mari menunjukkan bahwa Makassar memiliki demokrasi yang sehat pada level apapun,” tegasnya. (*)

HMI Nilai Pilkara Merupakan Pembelajaran Demokrasi Bagi Warga

MACCANEWS - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Hasan Basri Baso, mengapresiasi serta mendukung program Pemilihan RT/RW serentak dan pertama kali dilaksanakan dalam sejarah demokrasi Indonesia.

“Hal ini patut didukung dan disukseskan semua elemen. Bukan hanya Pemkot dan jajarannya, tetapi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Makassar,” katanya.

Hasan menilai, program ini adalah proses pembelajaran demokrasi yang ril dan langsung menyentuh akar rumput. “Saya melihat, baik di media sosial dan media massa, ataupun dengan mata kepala saya sendiri, antusiasme masyarakat terhadap Pilkara ini. Dan saya menangkap ada pembelajaran moril berdemokrasi yang baik. Ini adalah isyarat, demokrasi di Kota Makassar akan bertumbuh dengan baik,” tuturnya.

Lanjut Hasan, jika masyarakat sudah lihai berdemokrasi pada level yang terkecil, maka mereka akan semakin terbiasa pada level yang besar. Sehingga kesadaran mereka akan pentingnya demokrasi dan menentukan pilihan tanpa money politik akan dirasakan sendiri.

“Yang menjadi momok sekarang ini adalah, jika demokrasi pada level yang besar, mereka menerima money politik dengan alasan sulitnya akses atau tidak adanya perubahan kehidupan, jika kandidat yang terpilih menempati posisi. Nah, jika pemimpin itu adalah RT/RW yang akan dia rasakana sendiri inovasinya, maka money politik tak berlaku bagi mereka. Jika hal ini dibiasakan, maka masyarakat akan semakin sadar dala menentukan hak politiknya,” jelas Hasan.

Karena itu, Hasan meminta kepada semua elemen untuk membantu masyarakat dan pemerintah kelurahan setempat menyukseskan kegiatan ini. “Saatnya turun bersama dalam menyukseskan program ini. Mari menunjukkan bahwa Makassar memiliki demokrasi yang sehat pada level apapun,” tegasnya. (*)

Wednesday, February 15, 2017

MACCANEWS - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto merangkul mahasiswa asal Luwu Timur yang berhimpun dalam Ipmalutim (Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur).

"Di Luwu Timur ada pak bupati yang menjadi orang tua. Di Makassar ada wali kota yang bisa menjadi orang tua mahasiswa Luwu Timur," kata Wali Kota Danny.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Danny saat berbicara di Pelantikan dan Dialog Ipmalutim di Hotel Swiss Bell Inn, Rabu, 15 Februari 2017. Ia membuka ruang bagi mahasiswa Ipmalutim untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama menimba ilmu di Makassar.

Pelantikan dan dialog yang bertema
Restorasi Peran Mahasiswa yang Berintegritas Menuju Kejayaan Ipmalutim juga dihadiri Bupati Luwu Timur Thorig Husler, Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam, dan General Manager Eksternal PT Vale Gusman.

"Pelantikan dalam suatu organisasi menandakan proses regenerasi berjalan dengan baik," ungkap Danny.

Ia berharap proses regenerasi yang berlangsung membawa perubahan positif bagi Ipmalutim sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa dan pelajar asal Luwu Timur menjalani proses pendewasaan dalam berorganisasi.

Wali Kota Danny Rangkul Ipmalutim

MACCANEWS - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto merangkul mahasiswa asal Luwu Timur yang berhimpun dalam Ipmalutim (Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur).

"Di Luwu Timur ada pak bupati yang menjadi orang tua. Di Makassar ada wali kota yang bisa menjadi orang tua mahasiswa Luwu Timur," kata Wali Kota Danny.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Danny saat berbicara di Pelantikan dan Dialog Ipmalutim di Hotel Swiss Bell Inn, Rabu, 15 Februari 2017. Ia membuka ruang bagi mahasiswa Ipmalutim untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama menimba ilmu di Makassar.

Pelantikan dan dialog yang bertema
Restorasi Peran Mahasiswa yang Berintegritas Menuju Kejayaan Ipmalutim juga dihadiri Bupati Luwu Timur Thorig Husler, Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam, dan General Manager Eksternal PT Vale Gusman.

"Pelantikan dalam suatu organisasi menandakan proses regenerasi berjalan dengan baik," ungkap Danny.

Ia berharap proses regenerasi yang berlangsung membawa perubahan positif bagi Ipmalutim sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa dan pelajar asal Luwu Timur menjalani proses pendewasaan dalam berorganisasi.

Tuesday, February 14, 2017

MACCANEWS - Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan beraudiensi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Rachmat Latief di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Selasa (14/2/2017).

Dalam pertemuan tersebut, hadir Sekretaris KNPI Sulsel Elly Oschar didampingi Bendahara Mitra Muslimin Bando. Turut hadir jajaran pengurus KNPI Komisi Kesehatan diantaranya Rahmat Kasim, Hamsina Hasan, Rusman Rasyid, Faisal Majied, dan bidang media Ilmaddin Husain.

Adapun Kadis Kesehatan Sulsel Rachmat Latief didampingi Kabid Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Nurul AR dan Kabid Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Bachtiar Baso.

Wakil Bendahara Komisi Kesehatan Rusman Rasyid mengatakan, KNPI akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait program kepemudaan. “Pada intinya, KNPI mengikuti rencana strategis (renstra) Dinas Kesehatan yang sudah terprogram pada 2015-2018,” katanya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi Kesehatan Hamsina Hasan mengatakan, KNPI siap terlibat dalam program penyuluhan kesehatan. “Misalnya KNPI dipanggil untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi. KNPI akan dilibatkan dalam kepesertaan kegiatan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel Rachmat Latief mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kehadiran Pengurus KNPI Sulsel yang menggandeng Dinas Kesehatan untuk bermitra. “Saya menyambut baik KNPI Sulsel yang ingin berpartisipasi. Di KNPI, ada tenaga dan pemikir muda yang memiliki kompetensi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Rachmat, pihaknya akan memilih program kerja yang bisa melibatkan KNPI. “Tentu program yang harus terkait dengan pemuda. Kita akan mengkanalisasi dimana kepakaran adik-adik KNPI,” paparnya. (*)

Siap Bermitra, KNPI Sulsel Temui Kadis Kesehatan

MACCANEWS - Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan beraudiensi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Rachmat Latief di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Selasa (14/2/2017).

Dalam pertemuan tersebut, hadir Sekretaris KNPI Sulsel Elly Oschar didampingi Bendahara Mitra Muslimin Bando. Turut hadir jajaran pengurus KNPI Komisi Kesehatan diantaranya Rahmat Kasim, Hamsina Hasan, Rusman Rasyid, Faisal Majied, dan bidang media Ilmaddin Husain.

Adapun Kadis Kesehatan Sulsel Rachmat Latief didampingi Kabid Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Nurul AR dan Kabid Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Bachtiar Baso.

Wakil Bendahara Komisi Kesehatan Rusman Rasyid mengatakan, KNPI akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait program kepemudaan. “Pada intinya, KNPI mengikuti rencana strategis (renstra) Dinas Kesehatan yang sudah terprogram pada 2015-2018,” katanya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi Kesehatan Hamsina Hasan mengatakan, KNPI siap terlibat dalam program penyuluhan kesehatan. “Misalnya KNPI dipanggil untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi. KNPI akan dilibatkan dalam kepesertaan kegiatan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel Rachmat Latief mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kehadiran Pengurus KNPI Sulsel yang menggandeng Dinas Kesehatan untuk bermitra. “Saya menyambut baik KNPI Sulsel yang ingin berpartisipasi. Di KNPI, ada tenaga dan pemikir muda yang memiliki kompetensi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Rachmat, pihaknya akan memilih program kerja yang bisa melibatkan KNPI. “Tentu program yang harus terkait dengan pemuda. Kita akan mengkanalisasi dimana kepakaran adik-adik KNPI,” paparnya. (*)

Monday, February 13, 2017


MACCANEWS - Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang bakal digelar di Kota Palu, Mei mendatang telah melewati tahap verifikasi berkas calon ketua umum, melalui Badan Pekerja Kongres, di Wisma PMII Jakarta, Selasa (14/2/2017).  

Muhammad Syarif Hidayatullah (MSH) merupakan satu-satunya kandidat yang lolos dari timur Indonesia. MSH merupakan kader PMII Kota Makassar yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulsel.

Ketua II Cabang Makassar, Ashari Bahar, yang mendampingi MSH sejak pendaftaran hingga saat ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport pihaknya dalam pertarungan nasional ini. "Setelah pengumuman, ini pertanda bahwa kita harus menang. Sebab kami masih memegang teguh semboyan, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Kualleanna Tallanga Na Toalia," tambah Ciko, sapaan akrab.

Ciko memaparkan bahwa MSH pernah menjabat sebagai ketua Cabang Makassar periode 2013-2014, sebelum ketua saat ini, Basri. "Beliau banyak membesarkan PMII saat masih menjabat, hingga terpilih menjadi ketua PKC Sulsel. Sehingga tidak heran ketika banyak cabang yang memintanya untuk maju sebagai kandidat ketua umum PB PMII," tuturnya.

MSH juga merupakan pendirikan PMII pada salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Makassar, tepatnya di STMIK Handayani Makassar Sulawesi Selatan, tahun 2009. Putra bungsu K.H. Abdul Djalil Musa, seorang kiai Nahdatul Ulama pengasuh pondok pesantren DDI Tapalang, yang sekarang juga membina perguruan tinggi STKIP DDI Mamuju.

Selain itu, MSH juga merupakan murid Alm. K.H Muiz Kabry, sebagai salah satu deklarator Murnajati. Pesan Alm. K.H Muiz Kabry, bahwa “setelah selesai kalian di pesantren ini, saat kuliah, kalian harus ber-PMII”, membuatnya semangat ber-PMII.

MSH Satu-satunya Caketum PMII dari Timur Indonesia


MACCANEWS - Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang bakal digelar di Kota Palu, Mei mendatang telah melewati tahap verifikasi berkas calon ketua umum, melalui Badan Pekerja Kongres, di Wisma PMII Jakarta, Selasa (14/2/2017).  

Muhammad Syarif Hidayatullah (MSH) merupakan satu-satunya kandidat yang lolos dari timur Indonesia. MSH merupakan kader PMII Kota Makassar yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulsel.

Ketua II Cabang Makassar, Ashari Bahar, yang mendampingi MSH sejak pendaftaran hingga saat ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport pihaknya dalam pertarungan nasional ini. "Setelah pengumuman, ini pertanda bahwa kita harus menang. Sebab kami masih memegang teguh semboyan, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Kualleanna Tallanga Na Toalia," tambah Ciko, sapaan akrab.

Ciko memaparkan bahwa MSH pernah menjabat sebagai ketua Cabang Makassar periode 2013-2014, sebelum ketua saat ini, Basri. "Beliau banyak membesarkan PMII saat masih menjabat, hingga terpilih menjadi ketua PKC Sulsel. Sehingga tidak heran ketika banyak cabang yang memintanya untuk maju sebagai kandidat ketua umum PB PMII," tuturnya.

MSH juga merupakan pendirikan PMII pada salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Makassar, tepatnya di STMIK Handayani Makassar Sulawesi Selatan, tahun 2009. Putra bungsu K.H. Abdul Djalil Musa, seorang kiai Nahdatul Ulama pengasuh pondok pesantren DDI Tapalang, yang sekarang juga membina perguruan tinggi STKIP DDI Mamuju.

Selain itu, MSH juga merupakan murid Alm. K.H Muiz Kabry, sebagai salah satu deklarator Murnajati. Pesan Alm. K.H Muiz Kabry, bahwa “setelah selesai kalian di pesantren ini, saat kuliah, kalian harus ber-PMII”, membuatnya semangat ber-PMII.

Saturday, February 4, 2017

MACCANEWS - Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) jadi soal penting di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 ini. Tidak cukup bila harapkan peran pemerintah saja tanpa adanya peran dari masyarakat itu sendiri.

Melihat hal tersebut RUMAH BELAJAR SMART (RBS) akan menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui training handy Craft (kerajinan tangan_red) Tahap 1, Minggu 12 Januari 2017 mendatang. Tujuan pelatihan mencari dan menggerakkan potensi warga yang berefek pada ekonomi mandiri (Ekman) masyarakat.

Pelatihan adalah ujud aksi program RBS selain pengajaran bahasa asing gratis bagi anak anak warga sekitar yang sudah berjalan sejak RBS Resmi didirikan bulan September 2016 lalu.

Bertajuk "Mendorong Potensi Warga" Para peserta pelatihan datang dari warga seputar RW 011 kelurahan/kecamatan Manggala.

"Target pelatihannya diharap lahirkan sebuah aktivitas baru , kreatif dan SMART (Cerdas) yang ke depan akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi warga," ucap Ketua RBS Jamaluddin MR, Kamis 2 februari 2017 di rumahnya, jalan terompet k145 C blok 10 bumi antang permai.
Cikal bakal usaha ekonomi mandiri yakni Badan Usaha Lorong (Bulog) adalah hasil akhir yang diharap mampu dibentuk RBS,tambah Jamaluddin juga Ketua RT 05 RW 011 Manggala.

Bekerjasama dengan Hasrawati juga pemilik ACLA Handy Craft akan melatih peserta membuat pernak pernik kerajinan dari bros hingga boneka berpakaian adat.

Menurut rencana RBS akan mengundang Camat, Lurah dan beberapa pemangku kepentingan lainnya menghadiri pembukaan pelatihan. (Citizen Reporter) 

Rumah Belajar Smart, Sasar Pengembangan Kerajinan Tangan Masyarakat

MACCANEWS - Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) jadi soal penting di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 ini. Tidak cukup bila harapkan peran pemerintah saja tanpa adanya peran dari masyarakat itu sendiri.

Melihat hal tersebut RUMAH BELAJAR SMART (RBS) akan menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui training handy Craft (kerajinan tangan_red) Tahap 1, Minggu 12 Januari 2017 mendatang. Tujuan pelatihan mencari dan menggerakkan potensi warga yang berefek pada ekonomi mandiri (Ekman) masyarakat.

Pelatihan adalah ujud aksi program RBS selain pengajaran bahasa asing gratis bagi anak anak warga sekitar yang sudah berjalan sejak RBS Resmi didirikan bulan September 2016 lalu.

Bertajuk "Mendorong Potensi Warga" Para peserta pelatihan datang dari warga seputar RW 011 kelurahan/kecamatan Manggala.

"Target pelatihannya diharap lahirkan sebuah aktivitas baru , kreatif dan SMART (Cerdas) yang ke depan akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi warga," ucap Ketua RBS Jamaluddin MR, Kamis 2 februari 2017 di rumahnya, jalan terompet k145 C blok 10 bumi antang permai.
Cikal bakal usaha ekonomi mandiri yakni Badan Usaha Lorong (Bulog) adalah hasil akhir yang diharap mampu dibentuk RBS,tambah Jamaluddin juga Ketua RT 05 RW 011 Manggala.

Bekerjasama dengan Hasrawati juga pemilik ACLA Handy Craft akan melatih peserta membuat pernak pernik kerajinan dari bros hingga boneka berpakaian adat.

Menurut rencana RBS akan mengundang Camat, Lurah dan beberapa pemangku kepentingan lainnya menghadiri pembukaan pelatihan. (Citizen Reporter) 

Wednesday, January 11, 2017

MACCANEWS - Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan kekagetan peradaban. Disinilah peran strategis para cendekiawan untuk melakukan edukasi sosial agar teknologi lebih bernilai bagi peradaban.

“Kita sedang berada pada situasi kekagetan peradaban, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, dan teknologi. Karena itu, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) berperan mengedukasi masyarakat yang bermedia sosial agar bisa mendownload atau mengupload konten yang bernilai. Bukan membuat kabar bohong atau hoax dan menyebarkan hoax tersebut,” kata Anggota Komisi Teknologi, Komunikasi, dan Informasi ICMI Orwil Sulsel Hidayat Nahwi Rasul.

Dalam pelantikan pengurus ICMI Orwil Sulsel masa bakti 2016-2021 tersebut, hadir Ketua Majelis Pengurus Pusat ICMI, Jimly Asshiddiqie, Ketua ICMI Orwil Sulsel Arismunandar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latief, Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, Walikota Parepare Taufan Pawe, dan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra.

Menurut Hidayat, ICMI harus memainkan peran agar teknologi bisa lebih bernilai bagi perabadan. ICMI, kata Hidayat, berperan mengedukasi netizen terkait implikasi penyebaran hoax. “Saya kira, ICMI perlu menggagas protokol media sosial yang islami, karena di dalam islam, kabar bohong dan menyebar kabar bohong hukumnya dosa,” kata Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini.

ICMI Sulsel, kata Hidayat, akan menggagas protokol media sosial berbasis islami. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi momentum syiar islam, seperti pesan menjauhi kebohongan dan ajakan menyebarkan salam. “Dulu, seorang dai hanya berhadapan 30-40 orang di masjid. Karena menyiarkan Islam melalui media sosial, dai harus bisa berbahasa Inggris dan tidak gagap teknologi. Berbicara di internet sama halnya berbicara dengan dunia,” kata Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulsel ini.

Di dunia internet, kata Hidayat, berlaku jejak digital. “Repotnya, ada jejak digital yang tidak bisa dihapus. Bagaimana kalau penyebar berita bohong telah meninggal dunia sedangkan kabar bohongnya beredar terus? Padahal jejak digital bisa terus ada, meski yang membuat sudah tidak ada,” papar Anggota White List Nusantara Kemkominfo ini.

Lebih jauh, kemajuan teknologi, kata Hidayat, laiknya mendorong publik untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya terhadap kemajuan teknologi informasi itu sendiri. “Misalnya informasi yang bermanfaat secara ekonomi. Selain itu, media sosial harus bisa menjadi media silaturahim digital. Disinilah peran ICMI mengarahkan media sosial agar bisa memperkuat modal sosial kita sebagai bangsa dan negara,” tuturnya.

Pihaknya berpandangan, negara berwenang melakukan kampanye sosial agar netizen santun dan produktif di media sosial. “Karena ini sifatnya kampanye sosial, maka semua pihak harus terlibat, termasuk Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan,” katanya.

Metode kampanye santun dan produktif di media sosial, kata Hidayat, perlu dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti. “Karena netizen rata-rata berusia 15-23 tahun, maka metodologinya harus mengakomodir nilai-nilai yang berkembang di kalangan anak muda, mudah dimengerti, dan dengan sistem tatap muka,” ujarnya. (*)

Hidayat Nahwi Rasul: ICMI Sulsel Gagas Protokol Media Sosial Berbasis Islami

MACCANEWS - Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan kekagetan peradaban. Disinilah peran strategis para cendekiawan untuk melakukan edukasi sosial agar teknologi lebih bernilai bagi peradaban.

“Kita sedang berada pada situasi kekagetan peradaban, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, dan teknologi. Karena itu, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) berperan mengedukasi masyarakat yang bermedia sosial agar bisa mendownload atau mengupload konten yang bernilai. Bukan membuat kabar bohong atau hoax dan menyebarkan hoax tersebut,” kata Anggota Komisi Teknologi, Komunikasi, dan Informasi ICMI Orwil Sulsel Hidayat Nahwi Rasul.

Dalam pelantikan pengurus ICMI Orwil Sulsel masa bakti 2016-2021 tersebut, hadir Ketua Majelis Pengurus Pusat ICMI, Jimly Asshiddiqie, Ketua ICMI Orwil Sulsel Arismunandar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latief, Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, Walikota Parepare Taufan Pawe, dan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra.

Menurut Hidayat, ICMI harus memainkan peran agar teknologi bisa lebih bernilai bagi perabadan. ICMI, kata Hidayat, berperan mengedukasi netizen terkait implikasi penyebaran hoax. “Saya kira, ICMI perlu menggagas protokol media sosial yang islami, karena di dalam islam, kabar bohong dan menyebar kabar bohong hukumnya dosa,” kata Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini.

ICMI Sulsel, kata Hidayat, akan menggagas protokol media sosial berbasis islami. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi momentum syiar islam, seperti pesan menjauhi kebohongan dan ajakan menyebarkan salam. “Dulu, seorang dai hanya berhadapan 30-40 orang di masjid. Karena menyiarkan Islam melalui media sosial, dai harus bisa berbahasa Inggris dan tidak gagap teknologi. Berbicara di internet sama halnya berbicara dengan dunia,” kata Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulsel ini.

Di dunia internet, kata Hidayat, berlaku jejak digital. “Repotnya, ada jejak digital yang tidak bisa dihapus. Bagaimana kalau penyebar berita bohong telah meninggal dunia sedangkan kabar bohongnya beredar terus? Padahal jejak digital bisa terus ada, meski yang membuat sudah tidak ada,” papar Anggota White List Nusantara Kemkominfo ini.

Lebih jauh, kemajuan teknologi, kata Hidayat, laiknya mendorong publik untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya terhadap kemajuan teknologi informasi itu sendiri. “Misalnya informasi yang bermanfaat secara ekonomi. Selain itu, media sosial harus bisa menjadi media silaturahim digital. Disinilah peran ICMI mengarahkan media sosial agar bisa memperkuat modal sosial kita sebagai bangsa dan negara,” tuturnya.

Pihaknya berpandangan, negara berwenang melakukan kampanye sosial agar netizen santun dan produktif di media sosial. “Karena ini sifatnya kampanye sosial, maka semua pihak harus terlibat, termasuk Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan,” katanya.

Metode kampanye santun dan produktif di media sosial, kata Hidayat, perlu dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti. “Karena netizen rata-rata berusia 15-23 tahun, maka metodologinya harus mengakomodir nilai-nilai yang berkembang di kalangan anak muda, mudah dimengerti, dan dengan sistem tatap muka,” ujarnya. (*)

Tuesday, January 10, 2017

MACCANEWS - Pengurus Pendel Study Club (PSC) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bearaudiensi dengan Wakil Dekan (WD) III Bidang Kemahasiwaan Fakultas Teknik (FT) UMI Mukti Mauruddin, dalam rangka penerbitan eksistensi PSC pada Jurusan Teknik Sipil UMI, digedung FT UMI, jalan Urip Sumohardjo kl 05 Makassar.

Dalam audiensi turut hadir Ketua PSC Ricky Faldi, Sekretaris Muh Nur Tuanaya, Bendahara Rein Prihasdianti R, Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim, Ketua Divisi Kaderisasi Ismail Akbar Felayati, Ketua Divisi Humas Muh Yauimil Agus M, Mentor Mujahidin ST, dan pengurus PSC lainnya.

WD III FT UMI Mukti Mauruddin, sangat mengapresiasi dan mendukung pembentukan PSC, apalagi terkait dengan penciptaan suasana akademik atmosfir. "Kegiatan yang berbau akademik pastilah pimpinan mendukung, tapi senantiasalah di koordisikan  apalagi keterkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan," ucapnya.

Mukti berharap, Pendel bisa berkontribusi dalam peningkatan kreasi mahasiswa, bukan hanya berkaitan dengan disiplin ilmu tapi juga melakukan kegiatan-kegiatan positif didalam kampus dan bisa menjadi contoh study club yang berkompeten. "Bukan hanya Pendel yang kita harapkan tetapi ada lagi pendel-pendel yang lain, yang bisa saling support, medukung dan bisa menciptakan suasana agiklim akademik," katanya.

Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim, mengungkapkan bahwa, selain melakukan pelatihan program komputer grafis, PSC juga akan membuat diktat penyelesaian contoh-contoh soal yang terkait dengan pelajaran Teknik Sipil. "Setiap akhir semister kita akan mengumpulkan semua soal-soal ujian dari dosen pengajar kemudian kita kerjakan, itu bisa kita jual di kalangan mahasiswa dan menjadi penghasilan untuk kegiatan-kegiatan kita tanpa meminta subangan, jadi disinilah nilai bentuk kemandirian kita,". tandadnya.

Zulfadli berharap dengan terbentuknya PSC ini, bisa menjadi tempat murni untuk belajar, saling bertukar pikiran dan menjadi wadah silaturrahmi bagi para mahasiswa Teknik Sipil UMI,". tutupnya. (*)

Pendel Study Club Audiensi Dekan III FT UMI

MACCANEWS - Pengurus Pendel Study Club (PSC) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bearaudiensi dengan Wakil Dekan (WD) III Bidang Kemahasiwaan Fakultas Teknik (FT) UMI Mukti Mauruddin, dalam rangka penerbitan eksistensi PSC pada Jurusan Teknik Sipil UMI, digedung FT UMI, jalan Urip Sumohardjo kl 05 Makassar.

Dalam audiensi turut hadir Ketua PSC Ricky Faldi, Sekretaris Muh Nur Tuanaya, Bendahara Rein Prihasdianti R, Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim, Ketua Divisi Kaderisasi Ismail Akbar Felayati, Ketua Divisi Humas Muh Yauimil Agus M, Mentor Mujahidin ST, dan pengurus PSC lainnya.

WD III FT UMI Mukti Mauruddin, sangat mengapresiasi dan mendukung pembentukan PSC, apalagi terkait dengan penciptaan suasana akademik atmosfir. "Kegiatan yang berbau akademik pastilah pimpinan mendukung, tapi senantiasalah di koordisikan  apalagi keterkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan," ucapnya.

Mukti berharap, Pendel bisa berkontribusi dalam peningkatan kreasi mahasiswa, bukan hanya berkaitan dengan disiplin ilmu tapi juga melakukan kegiatan-kegiatan positif didalam kampus dan bisa menjadi contoh study club yang berkompeten. "Bukan hanya Pendel yang kita harapkan tetapi ada lagi pendel-pendel yang lain, yang bisa saling support, medukung dan bisa menciptakan suasana agiklim akademik," katanya.

Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim, mengungkapkan bahwa, selain melakukan pelatihan program komputer grafis, PSC juga akan membuat diktat penyelesaian contoh-contoh soal yang terkait dengan pelajaran Teknik Sipil. "Setiap akhir semister kita akan mengumpulkan semua soal-soal ujian dari dosen pengajar kemudian kita kerjakan, itu bisa kita jual di kalangan mahasiswa dan menjadi penghasilan untuk kegiatan-kegiatan kita tanpa meminta subangan, jadi disinilah nilai bentuk kemandirian kita,". tandadnya.

Zulfadli berharap dengan terbentuknya PSC ini, bisa menjadi tempat murni untuk belajar, saling bertukar pikiran dan menjadi wadah silaturrahmi bagi para mahasiswa Teknik Sipil UMI,". tutupnya. (*)

Monday, January 9, 2017

MACCANEWS – Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan membentuk kelompok kelajar (study club). Kelopok belajar tersebut sebagai wadah pembelajaran dalam rangka meningkatkan kompentensi keilmuan dibidang Teknik Sipil.

Study Club ini bernama Pendel Study Club (PSC). Kata Pendel diambil dari nama study club yang aktif ditahun 1980-an.

Tentor PSC Mujahidin ST, mengatakan, Dekan Fakultas Teknik UMI DR Ir H Hanafi Ashad MT, dan Ketua Jurusan Teknik Sipil Ir Alimin Gecong MT, sangat mengapresiasi pembetukan study club ini. “Kegiatan yang akan kita buat ini bisa membantu adik-adik mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan disiplin ilmu,” ucapnya di Kampus UMI, Makassar.

Ketua PSC Ricky Faldi mengemukan, tujuan pembentuk PSC ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas dalam bidang akademik, menyenggarakan pelatihan dan kegiatan rutin yang bersifat keilmuan dalam bidang teknik sipil. “Membentuk Pemuda yang Alim Faqih, Berakhlaqulkarimah, dan Madiri,” ucapnya.

Ricky menuturkan kriteria anggota yang ingin bergabung di PSC harus loyal, yang ingin belajar, dan ingin tahu. “Kita tidak membutuhkan orang yang harus pintar, intinya disini dia harus disiplin, loyal dan mau belajar,” sambungnya.

Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim menjelaskan, program inti yang akan dilaksanakan oleh PSC ini, yaitu materi rencana konstruksi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Memberikan gambaran tentang tahapan perencanaan yang dimulai dari metode pengumpulan data, survei lokasi perencaan, melakukan penyidikan tanah untuk mengetahui jenis pondasi yang digunakan, dan menetukan permodelan struktur,” katanya.

Fadli menambahkan, dalam tahapan pembelajaran permodelan struktur menggunaka program aplikasi desain, seperi Autocad, Sketchup dan Program analisa struktur SAP2000. Perhitungan volume pekerjaan dan belajar menghitung rencana anggaran biaaya. “Ini merupakan tahapan-tahapan perencanaan yang baik dan benar diharapkan para anggota PSC ini bisa memahami dan dapat menjadi perencana yang profesional khususnya dibidang teknik sipil,” jalasnya.

Fadli berharap, para anggota PSC tetap antusias dalam mengituti pelatihan, tetap semangat, dan solid. (*)

Mahasiswa Teknik Sipil UMI Bakal Bentuk Study Club

MACCANEWS – Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan membentuk kelompok kelajar (study club). Kelopok belajar tersebut sebagai wadah pembelajaran dalam rangka meningkatkan kompentensi keilmuan dibidang Teknik Sipil.

Study Club ini bernama Pendel Study Club (PSC). Kata Pendel diambil dari nama study club yang aktif ditahun 1980-an.

Tentor PSC Mujahidin ST, mengatakan, Dekan Fakultas Teknik UMI DR Ir H Hanafi Ashad MT, dan Ketua Jurusan Teknik Sipil Ir Alimin Gecong MT, sangat mengapresiasi pembetukan study club ini. “Kegiatan yang akan kita buat ini bisa membantu adik-adik mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan disiplin ilmu,” ucapnya di Kampus UMI, Makassar.

Ketua PSC Ricky Faldi mengemukan, tujuan pembentuk PSC ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas dalam bidang akademik, menyenggarakan pelatihan dan kegiatan rutin yang bersifat keilmuan dalam bidang teknik sipil. “Membentuk Pemuda yang Alim Faqih, Berakhlaqulkarimah, dan Madiri,” ucapnya.

Ricky menuturkan kriteria anggota yang ingin bergabung di PSC harus loyal, yang ingin belajar, dan ingin tahu. “Kita tidak membutuhkan orang yang harus pintar, intinya disini dia harus disiplin, loyal dan mau belajar,” sambungnya.

Ketua Divisi Kegiatan Mahasisiwa PSC Zulfadli Ibrahim menjelaskan, program inti yang akan dilaksanakan oleh PSC ini, yaitu materi rencana konstruksi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Memberikan gambaran tentang tahapan perencanaan yang dimulai dari metode pengumpulan data, survei lokasi perencaan, melakukan penyidikan tanah untuk mengetahui jenis pondasi yang digunakan, dan menetukan permodelan struktur,” katanya.

Fadli menambahkan, dalam tahapan pembelajaran permodelan struktur menggunaka program aplikasi desain, seperi Autocad, Sketchup dan Program analisa struktur SAP2000. Perhitungan volume pekerjaan dan belajar menghitung rencana anggaran biaaya. “Ini merupakan tahapan-tahapan perencanaan yang baik dan benar diharapkan para anggota PSC ini bisa memahami dan dapat menjadi perencana yang profesional khususnya dibidang teknik sipil,” jalasnya.

Fadli berharap, para anggota PSC tetap antusias dalam mengituti pelatihan, tetap semangat, dan solid. (*)

Saturday, December 31, 2016

MACCANEWS - Panitia pengajian akhir tahun Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Panakkukang menggelar persiapan acara di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengajian yang bertajuk "Membentuk Pemuda Alim, Berbudi Pekerti, dan Mandiri Menghadapi Era Digital dan Bonus Demografi" ini rencananya akan dihadiri seratusan generasi muda LDII.

Ketua panitia pengajian akhir tahun PC LDII Panakkukang Gita Maulana Sidik menyatakan, di dalam forum pengajian akan digelar pengkajian Alquran dan Alhadis, nasehat agama, kegiatan edukatif, pemutaran video motivasi, dan santap kuliner. "Pada pukul 2 malam, peserta pengajian akan dibangunkan untuk Shalat Malam," paparnya.

Di momen akhir tahun, LDII Panakkukang mengajak generasi muda mengaji Quran dan Hadis dengan mempopulerkan hastag #ldiimengajiakhirtahun dan #ldiimengajigembira.

Menurut Gita, semestinya momentum pergantian tahun digunakan untuk melakukan kegiatan positif. "Pada pergantian tahun, kita semestinya lebih instrospksi diri. Saya mengajak generasi muda memanfaatkan malam akhir tahun untuk melakukan kebaikan," ujarnya.

Sebaliknya, Gita mengingatkan agar generasi muda menjauhi maksiat."Foya-foya di malam tahun baru bukanlah budaya islam," ujarnya.

Sementara itu, sekretaris panitia Mujahidin menambahkan, pengajian di akhir tahun telah menjadi rutinitas tahunan Pemuda LDII di seluruh Indonesia. Melalui pengajian akhir tahun, Pemuda LDII dapat menjaga diri dari perbuatan negatif. "Seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan miras," katanya.

Pihaknya mengemukakan, pergantian tahun mengisyaratkan bahwa bumi semakin menua dan kiamat semakin dekat. "Begitupula usia manusia yang semakin bertambah, namun kematian semakin mendekat," tutupnya. (*)MAKASSAR - Panitia pengajian akhir tahun Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Panakkukang menggelar persiapan acara di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/12/2016).

Pengajian yang bertajuk "Membentuk Pemuda Alim, Berbudi Pekerti, dan Mandiri Menghadapi Era Digital dan Bonus Demografi" ini rencananya akan dihadiri seratusan generasi muda LDII.

Ketua panitia pengajian akhir tahun PC LDII Panakkukang Gita Maulana Sidik menyatakan, di dalam forum pengajian akan digelar pengkajian Alquran dan Alhadis, nasehat agama, kegiatan edukatif, pemutaran video motivasi, dan santap kuliner. "Pada pukul 2 malam, peserta pengajian akan dibangunkan untuk Shalat Malam," paparnya.

Di momen akhir tahun, LDII Panakkukang mengajak generasi muda mengaji Quran dan Hadis dengan mempopulerkan hastag #ldiimengajiakhirtahun dan #ldiimengajigembira.

Menurut Gita, semestinya momentum pergantian tahun digunakan untuk melakukan kegiatan positif. "Pada pergantian tahun, kita semestinya lebih instrospksi diri. Saya mengajak generasi muda memanfaatkan malam akhir tahun untuk melakukan kebaikan," ujarnya.

Sebaliknya, Gita mengingatkan agar generasi muda menjauhi maksiat."Foya-foya di malam tahun baru bukanlah budaya islam," ujarnya.

Sementara itu, sekretaris panitia Mujahidin menambahkan, pengajian di akhir tahun telah menjadi rutinitas tahunan Pemuda LDII di seluruh Indonesia. Melalui pengajian akhir tahun, Pemuda LDII dapat menjaga diri dari perbuatan negatif. "Seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan miras," katanya.

Pihaknya mengemukakan, pergantian tahun mengisyaratkan bahwa bumi semakin menua dan kiamat semakin dekat. "Begitupula usia manusia yang semakin bertambah, namun kematian semakin mendekat," tutupnya. (*)

Foya-foya Malam Tahun Baru Bukan Budaya Islam, Mari Kajian di LDII

MACCANEWS - Panitia pengajian akhir tahun Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Panakkukang menggelar persiapan acara di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengajian yang bertajuk "Membentuk Pemuda Alim, Berbudi Pekerti, dan Mandiri Menghadapi Era Digital dan Bonus Demografi" ini rencananya akan dihadiri seratusan generasi muda LDII.

Ketua panitia pengajian akhir tahun PC LDII Panakkukang Gita Maulana Sidik menyatakan, di dalam forum pengajian akan digelar pengkajian Alquran dan Alhadis, nasehat agama, kegiatan edukatif, pemutaran video motivasi, dan santap kuliner. "Pada pukul 2 malam, peserta pengajian akan dibangunkan untuk Shalat Malam," paparnya.

Di momen akhir tahun, LDII Panakkukang mengajak generasi muda mengaji Quran dan Hadis dengan mempopulerkan hastag #ldiimengajiakhirtahun dan #ldiimengajigembira.

Menurut Gita, semestinya momentum pergantian tahun digunakan untuk melakukan kegiatan positif. "Pada pergantian tahun, kita semestinya lebih instrospksi diri. Saya mengajak generasi muda memanfaatkan malam akhir tahun untuk melakukan kebaikan," ujarnya.

Sebaliknya, Gita mengingatkan agar generasi muda menjauhi maksiat."Foya-foya di malam tahun baru bukanlah budaya islam," ujarnya.

Sementara itu, sekretaris panitia Mujahidin menambahkan, pengajian di akhir tahun telah menjadi rutinitas tahunan Pemuda LDII di seluruh Indonesia. Melalui pengajian akhir tahun, Pemuda LDII dapat menjaga diri dari perbuatan negatif. "Seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan miras," katanya.

Pihaknya mengemukakan, pergantian tahun mengisyaratkan bahwa bumi semakin menua dan kiamat semakin dekat. "Begitupula usia manusia yang semakin bertambah, namun kematian semakin mendekat," tutupnya. (*)MAKASSAR - Panitia pengajian akhir tahun Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Panakkukang menggelar persiapan acara di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/12/2016).

Pengajian yang bertajuk "Membentuk Pemuda Alim, Berbudi Pekerti, dan Mandiri Menghadapi Era Digital dan Bonus Demografi" ini rencananya akan dihadiri seratusan generasi muda LDII.

Ketua panitia pengajian akhir tahun PC LDII Panakkukang Gita Maulana Sidik menyatakan, di dalam forum pengajian akan digelar pengkajian Alquran dan Alhadis, nasehat agama, kegiatan edukatif, pemutaran video motivasi, dan santap kuliner. "Pada pukul 2 malam, peserta pengajian akan dibangunkan untuk Shalat Malam," paparnya.

Di momen akhir tahun, LDII Panakkukang mengajak generasi muda mengaji Quran dan Hadis dengan mempopulerkan hastag #ldiimengajiakhirtahun dan #ldiimengajigembira.

Menurut Gita, semestinya momentum pergantian tahun digunakan untuk melakukan kegiatan positif. "Pada pergantian tahun, kita semestinya lebih instrospksi diri. Saya mengajak generasi muda memanfaatkan malam akhir tahun untuk melakukan kebaikan," ujarnya.

Sebaliknya, Gita mengingatkan agar generasi muda menjauhi maksiat."Foya-foya di malam tahun baru bukanlah budaya islam," ujarnya.

Sementara itu, sekretaris panitia Mujahidin menambahkan, pengajian di akhir tahun telah menjadi rutinitas tahunan Pemuda LDII di seluruh Indonesia. Melalui pengajian akhir tahun, Pemuda LDII dapat menjaga diri dari perbuatan negatif. "Seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan miras," katanya.

Pihaknya mengemukakan, pergantian tahun mengisyaratkan bahwa bumi semakin menua dan kiamat semakin dekat. "Begitupula usia manusia yang semakin bertambah, namun kematian semakin mendekat," tutupnya. (*)

Wednesday, December 28, 2016

MACCANEWS - Ditengah gejolak yang terjadi di fakultas Teknik PMII terus tumbuh menjadi organisasi yang memproduksi kader secara terus-menerus. Dengan berlandaskan Islam Ahlusunnah wal jamaah sebagai landasan teologinya, sudah seharusnya PMII sebagai organisasi pergerakan mampu “Melihahat dan merasakan” apa yang menjadi tantangan hari ini.

Di tengah rotasi zaman yang serba kompleks dan berubah secara terus-menerus seiring perkembangan zaman yang serba instan. PMII mampu hadir sebagai organisasi yang mampu menimbang serta menilai apa yang menjadi harapan lembaga kedepannya.

Menurut Muh Afaf Yusuf sebagai ketua rayon PMII fakultas teknik, demi menjaga keutuhan dan menghindari hal hal yang tidak diinginkan yang dianggap akan merusak citra PMII, maka dianggap perlu disampaikan bahwa PMII Rayon Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam issu pengusutan gedung LAB terpadu yang ada di fakultas teknik Universitas Negeri Makassar.

“PMII memiliki kaca mata yang baik dalam memandang dari sudut mana dia mampu melihat apa yang mesti di perjuangkan sebagai tupoksinya dalam bidang gerakan dan hal ini PMII Rayon Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan hal ini PMII memandang ada unsur yang ganjil dalam pengusutannya yang tidak melibatkan semua unsur,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Negeri Makassar, Supiardi. Menurutnya, PMII Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam gejolak yang hari ini terjadi di Universitas Negeri Makassar baik pengusutan LAB Terpadu, apalagi IKA ALUMNI Universitas Negeri Makassar yang karna aspirasi bukan hanya dapat disampaikan melalui DEMO yang mana dianggap banyak hal hal yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya belum alumni kok, saya dianggap terlibat dalam perumusan komposisi pengurus Alumni Universitas Negeri Makassar mana lagi saya dianggap sebagai Otak dari pengusutan LAB Terpadu, saya tegaskan Sekali lagi PMII Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam kepentingn individual dan sebagai PMII kami punya cara padang sendiri serta penyelesaian Issu tersndiri," paparnya. (*/yus)

PMII Universitas Negeri Makassar BerSIKAP

MACCANEWS - Ditengah gejolak yang terjadi di fakultas Teknik PMII terus tumbuh menjadi organisasi yang memproduksi kader secara terus-menerus. Dengan berlandaskan Islam Ahlusunnah wal jamaah sebagai landasan teologinya, sudah seharusnya PMII sebagai organisasi pergerakan mampu “Melihahat dan merasakan” apa yang menjadi tantangan hari ini.

Di tengah rotasi zaman yang serba kompleks dan berubah secara terus-menerus seiring perkembangan zaman yang serba instan. PMII mampu hadir sebagai organisasi yang mampu menimbang serta menilai apa yang menjadi harapan lembaga kedepannya.

Menurut Muh Afaf Yusuf sebagai ketua rayon PMII fakultas teknik, demi menjaga keutuhan dan menghindari hal hal yang tidak diinginkan yang dianggap akan merusak citra PMII, maka dianggap perlu disampaikan bahwa PMII Rayon Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam issu pengusutan gedung LAB terpadu yang ada di fakultas teknik Universitas Negeri Makassar.

“PMII memiliki kaca mata yang baik dalam memandang dari sudut mana dia mampu melihat apa yang mesti di perjuangkan sebagai tupoksinya dalam bidang gerakan dan hal ini PMII Rayon Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan hal ini PMII memandang ada unsur yang ganjil dalam pengusutannya yang tidak melibatkan semua unsur,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Negeri Makassar, Supiardi. Menurutnya, PMII Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam gejolak yang hari ini terjadi di Universitas Negeri Makassar baik pengusutan LAB Terpadu, apalagi IKA ALUMNI Universitas Negeri Makassar yang karna aspirasi bukan hanya dapat disampaikan melalui DEMO yang mana dianggap banyak hal hal yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya belum alumni kok, saya dianggap terlibat dalam perumusan komposisi pengurus Alumni Universitas Negeri Makassar mana lagi saya dianggap sebagai Otak dari pengusutan LAB Terpadu, saya tegaskan Sekali lagi PMII Universitas Negeri Makassar tidak terlibat dalam kepentingn individual dan sebagai PMII kami punya cara padang sendiri serta penyelesaian Issu tersndiri," paparnya. (*/yus)

Saturday, December 24, 2016

MACCANEWS – Generasi muda adalah calon pemimpin di masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut, menjadi sebuah keniscayaan membekali generasi muda dengan Alquran.

“Saat ini mereka bukan siapa-siapa. Namun, dimasa mendatang mereka adalah pemimpin. Karena itu, kita harus menyiapkan diri menjadi calon pemimpin yang baik dengan jalan memperbanyak ilmu, termasuk dengan menghafal Alquran,” kata Anggota Majelis Taujih Wal Irsyad DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ustaz Abdullah Mas’ud Lc saat menjadi pemateri dalam pengajian mubalig LDII di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2016).

Pertemuan yang bertajuk “Pengajian Mubalig dan Halaqah Tahfizul Quran” ini diikuti 300 dai LDII se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Menghafal Alquran, lanjut Abdullah Mas’ud, dipandang penting sebagai langkah menyiapkan generasi yang baik. “Menyiapkan calon ulama sangat penting, terutama untuk penjagaan bagi diri mereka,” katanya.

Adapun kiat-kita agar mudah menghafal Alquran, kata Abdullah, ialah harus ikhlas. “Pertama, kita harus memurnikan niat karena Allah yaitu semata mengharap rahmat, pahala, dan surga dari Allah SWT. Niat harus benar supaya mendapat keuntungan yang diharapkan,” sebutnya.

Niat yang benar, lanjutnya, akan menjamin kelangsungan program penghafalan Alquran. Menghafal Alquran dengan niat duniawi adalah motivasi yang sangat lemah. “Jika niatnya untuk mendapat derajat yang tinggi, maka niat tersebut akan menjadikan orang itu tetap sabar dan semangat untuk terus mendapatkan apa yang ia cita-citakan,” ujarnya.

Kedua, harus semangat dan bersungguh-sungguh dalam menghafal Alquran. “Jangan pernah bosan apalagi berputus asa. Yang paling utama adalah modal semangat,” katanya.

Ketiga, kata Abdullah, agar mudah menghafal, harus memperbanyak berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menghafal Alquran.

Menurut rencana, pada Minggu (25/12/2016) Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dijadwalkan untuk meresmikan Majelis Tahfizul Quran LDII Makassar. Pertemuan itu sendiri akan diikuti 300 santri yang berasal dari TPA LDII se-Kota Makassar. (*)

LDII Siapkan Calon Pemimpin dengan Mencetak Generasi Qur’ani

MACCANEWS – Generasi muda adalah calon pemimpin di masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut, menjadi sebuah keniscayaan membekali generasi muda dengan Alquran.

“Saat ini mereka bukan siapa-siapa. Namun, dimasa mendatang mereka adalah pemimpin. Karena itu, kita harus menyiapkan diri menjadi calon pemimpin yang baik dengan jalan memperbanyak ilmu, termasuk dengan menghafal Alquran,” kata Anggota Majelis Taujih Wal Irsyad DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ustaz Abdullah Mas’ud Lc saat menjadi pemateri dalam pengajian mubalig LDII di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2016).

Pertemuan yang bertajuk “Pengajian Mubalig dan Halaqah Tahfizul Quran” ini diikuti 300 dai LDII se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Menghafal Alquran, lanjut Abdullah Mas’ud, dipandang penting sebagai langkah menyiapkan generasi yang baik. “Menyiapkan calon ulama sangat penting, terutama untuk penjagaan bagi diri mereka,” katanya.

Adapun kiat-kita agar mudah menghafal Alquran, kata Abdullah, ialah harus ikhlas. “Pertama, kita harus memurnikan niat karena Allah yaitu semata mengharap rahmat, pahala, dan surga dari Allah SWT. Niat harus benar supaya mendapat keuntungan yang diharapkan,” sebutnya.

Niat yang benar, lanjutnya, akan menjamin kelangsungan program penghafalan Alquran. Menghafal Alquran dengan niat duniawi adalah motivasi yang sangat lemah. “Jika niatnya untuk mendapat derajat yang tinggi, maka niat tersebut akan menjadikan orang itu tetap sabar dan semangat untuk terus mendapatkan apa yang ia cita-citakan,” ujarnya.

Kedua, harus semangat dan bersungguh-sungguh dalam menghafal Alquran. “Jangan pernah bosan apalagi berputus asa. Yang paling utama adalah modal semangat,” katanya.

Ketiga, kata Abdullah, agar mudah menghafal, harus memperbanyak berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menghafal Alquran.

Menurut rencana, pada Minggu (25/12/2016) Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dijadwalkan untuk meresmikan Majelis Tahfizul Quran LDII Makassar. Pertemuan itu sendiri akan diikuti 300 santri yang berasal dari TPA LDII se-Kota Makassar. (*)

Thursday, December 22, 2016

MACCANEWS - Dai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Sulawesi Selatan dan Barat mengikuti pengkajian dan pendalaman kitab suci Alquran di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis hingga Sabtu (22-24/12/2016).

Adapun pemateri pengajian rutin tiga bulanan ini adalah Pengajar Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri Ust Abdullah Mas’ud Lc. Pengkajian Alquran ini diikuti sekitar 300 mubalig utusan masing-masing Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Sulselbar.

Dai LDII Makassar Ridwan Abadi mengungkapkan, seorang mubalig harus berupaya meningkatkan kuantitas maupun kualitas ilmu agamanya. “Derajat surga seseorang dilihat dari ilmu agama yang ia miliki dan sejauh mana ia mengamalkan ilmunya,” ujarnya di Makassar.

Menyongsong 2017, kata Ridwan, tantangan yang umat islam hadapi akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan formula jitu untuk membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif. “Untuk membentengi generasi muda, LDII memiliki Program Tri Sukses, yaitu mencetak generasi penerus yang paham agama, berakhlakul karimah, dan mandiri,” sebutnya.

Disamping itu, kata Ridwan, LDII mendorong warganya memiliki karakter yang luhur. “LDII mendorong 6 tabiat luhur yaitu jujur, amanah, kerja keras lagi hemat, rukun, kompak, dan kerjasama yang baik,” ujarnya.

Pihaknya berujar, di akhir zaman, jumlah umat islam akan bertambah banyak. Namun demikian, kualitas keimanan berkurang. “Karena itu, ilmu agama harus ditambah, karena ilmu berkaitan dengan kualitas keimanan,” paparnya.

Di tempat yang sama, pada Minggu (25/12/2016), akan digelar pertemuan santri penghafal Alquran atau halaqah tahfizul quran. Menurut rencana, halaqah akan dibuka Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan diikuti 300 santri TPA/TPQ LDII se-Kota Makassar. (*)

250 Dai LDII se-Sulselbar Gelar Pendalaman Alquran

MACCANEWS - Dai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Sulawesi Selatan dan Barat mengikuti pengkajian dan pendalaman kitab suci Alquran di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis hingga Sabtu (22-24/12/2016).

Adapun pemateri pengajian rutin tiga bulanan ini adalah Pengajar Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri Ust Abdullah Mas’ud Lc. Pengkajian Alquran ini diikuti sekitar 300 mubalig utusan masing-masing Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Sulselbar.

Dai LDII Makassar Ridwan Abadi mengungkapkan, seorang mubalig harus berupaya meningkatkan kuantitas maupun kualitas ilmu agamanya. “Derajat surga seseorang dilihat dari ilmu agama yang ia miliki dan sejauh mana ia mengamalkan ilmunya,” ujarnya di Makassar.

Menyongsong 2017, kata Ridwan, tantangan yang umat islam hadapi akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan formula jitu untuk membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif. “Untuk membentengi generasi muda, LDII memiliki Program Tri Sukses, yaitu mencetak generasi penerus yang paham agama, berakhlakul karimah, dan mandiri,” sebutnya.

Disamping itu, kata Ridwan, LDII mendorong warganya memiliki karakter yang luhur. “LDII mendorong 6 tabiat luhur yaitu jujur, amanah, kerja keras lagi hemat, rukun, kompak, dan kerjasama yang baik,” ujarnya.

Pihaknya berujar, di akhir zaman, jumlah umat islam akan bertambah banyak. Namun demikian, kualitas keimanan berkurang. “Karena itu, ilmu agama harus ditambah, karena ilmu berkaitan dengan kualitas keimanan,” paparnya.

Di tempat yang sama, pada Minggu (25/12/2016), akan digelar pertemuan santri penghafal Alquran atau halaqah tahfizul quran. Menurut rencana, halaqah akan dibuka Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan diikuti 300 santri TPA/TPQ LDII se-Kota Makassar. (*)

MACCANEWS - Perlunya pemerintah memperketat pengontrolan dana AD dan ADD di setiap desa, merujuk pada peraturan petunjuk juknis dan juklat anggaran desa tidak diperbolehkan kades memegang dana desa. Kalaupun bendahara desa menyimpan dana anggaran di kas desa itu tdk boleh melebihi kapasitas sebesar Rp5jt, dan apa bila ada melebihi maka patut dikatakan pelanggaran.

Salah satu tempat penjualan mobil di kota makassar dipantau oleh tim investigasi pemantau kejahatan korupsi (PKK) inisial Saulus mengatakan, diduga kuat telah terjadinya loncatan jumlah penjualan kendaraan mobil di sorum kota makassar, dan rata-rata yang patut dicurigai adalah dari kalangan oknum kepala desa. Untuk itu, diminta kepada tim yang di bentuk berdasarkan juknis desa dan juklat kementerian perlunya dilakukan pengawsan ketat.

Ditambahkan, pada pembangunan infrastruktur desa, yakni sarana dan prasarana maupun pemberdayaan peningkatan ekonomi berkala, ekonomi perorangan, PKK, Karangtaruna, usaha, keamanan (Hansip), sekolah pendidikan desa, kesehatan desa, posiandu, pustu, posludes, dan berbagai kegiatan perioritas tambahan.

Seperti pembangunan jalan desa, jalan tani, saluran air, penanaman hutan dan pengembangan lingkungan pesisir pantai. Pengurus desa, pendamping desa, pemantauan masyarakat, pantauan camat, dan pemantauan pengawasan kabupaten tentunya semua itu dikwatirkan terjadi kolaborasi sehingga patut menimbulkan potensi kebocoran anggaran hingga mampu memudahkan kesempatan seorang oknum Kades memboyong pembelian kendaraan mobil disalah satu sorum di kota Makassar. (tim)

Kades Diduga Boyong Kendaraan Baru, Kontrol AD dan ADD Diminta Diperketat

MACCANEWS - Perlunya pemerintah memperketat pengontrolan dana AD dan ADD di setiap desa, merujuk pada peraturan petunjuk juknis dan juklat anggaran desa tidak diperbolehkan kades memegang dana desa. Kalaupun bendahara desa menyimpan dana anggaran di kas desa itu tdk boleh melebihi kapasitas sebesar Rp5jt, dan apa bila ada melebihi maka patut dikatakan pelanggaran.

Salah satu tempat penjualan mobil di kota makassar dipantau oleh tim investigasi pemantau kejahatan korupsi (PKK) inisial Saulus mengatakan, diduga kuat telah terjadinya loncatan jumlah penjualan kendaraan mobil di sorum kota makassar, dan rata-rata yang patut dicurigai adalah dari kalangan oknum kepala desa. Untuk itu, diminta kepada tim yang di bentuk berdasarkan juknis desa dan juklat kementerian perlunya dilakukan pengawsan ketat.

Ditambahkan, pada pembangunan infrastruktur desa, yakni sarana dan prasarana maupun pemberdayaan peningkatan ekonomi berkala, ekonomi perorangan, PKK, Karangtaruna, usaha, keamanan (Hansip), sekolah pendidikan desa, kesehatan desa, posiandu, pustu, posludes, dan berbagai kegiatan perioritas tambahan.

Seperti pembangunan jalan desa, jalan tani, saluran air, penanaman hutan dan pengembangan lingkungan pesisir pantai. Pengurus desa, pendamping desa, pemantauan masyarakat, pantauan camat, dan pemantauan pengawasan kabupaten tentunya semua itu dikwatirkan terjadi kolaborasi sehingga patut menimbulkan potensi kebocoran anggaran hingga mampu memudahkan kesempatan seorang oknum Kades memboyong pembelian kendaraan mobil disalah satu sorum di kota Makassar. (tim)

Thursday, December 15, 2016

MACCANEWS - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan turut menghadiri peringatan Hari Juang Kartika Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ke-71 di Markas Kodam VII Wirabuana, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/12/2016).

Kegiatan yang bertajuk “Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian” ini diikuti perwira, bintara, tamtama, PNS Kodam VII Wirabuana, dan tamu undangan.

Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Suyitno Widodo mengungkapkan, tentara dan rakyat mempunyai kewajiban yang sama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu, LDII sebagai ormas, harus punya bersatu dengan TNI dalam menegakkan NKRI,” paparnya.

Melalui momentum HUT, LDII berharap TNI AD semakin profesional menjalankan tugasnya sebagai institusi pertahanan negara. “TNI punya pengalaman dan kemampuan yang teruji dalam membimbing, mendampingi, dan mendorong semangat persatuan di tengah masyarakat,” kata Widodo.

LDII menyampaikan ucapan selamat kepada TNI AD atas peringatan HUT-nya. “Selamat Hari Juang Kartika TNI AD yang ke-71. Semoga TNI makin kokoh dan kuat dalam menegakkan NKRI,” ujar Widodo.

Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada berbagai komponen yang telah membantu tugas-tugas TNI. “Penghormatan, apresiasi, dan terima kasih saya sampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh budaya, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, civitas akademika, ormas, tokoh pemuda, dan segenap masyarakat Sulawesi yang selama ini menjalin koordinasi yang baik dengan TNI,” ujar jenderal bintang dua ini.

Pihaknya mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Kepedulian, kata pangdam, sangat penting dimana kebanyakan orang bermasa bodoh, cuek, dan hanya berfokus pada kepentingan pribadi atau kelompok. “Bagi prajurit TNI AD, haram hukumnya tidak peduli pada bangsa dan negara yang kita cintai,” katanya. (*)

LDII Hadiri Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD 2016

MACCANEWS - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan turut menghadiri peringatan Hari Juang Kartika Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ke-71 di Markas Kodam VII Wirabuana, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/12/2016).

Kegiatan yang bertajuk “Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian” ini diikuti perwira, bintara, tamtama, PNS Kodam VII Wirabuana, dan tamu undangan.

Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Suyitno Widodo mengungkapkan, tentara dan rakyat mempunyai kewajiban yang sama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu, LDII sebagai ormas, harus punya bersatu dengan TNI dalam menegakkan NKRI,” paparnya.

Melalui momentum HUT, LDII berharap TNI AD semakin profesional menjalankan tugasnya sebagai institusi pertahanan negara. “TNI punya pengalaman dan kemampuan yang teruji dalam membimbing, mendampingi, dan mendorong semangat persatuan di tengah masyarakat,” kata Widodo.

LDII menyampaikan ucapan selamat kepada TNI AD atas peringatan HUT-nya. “Selamat Hari Juang Kartika TNI AD yang ke-71. Semoga TNI makin kokoh dan kuat dalam menegakkan NKRI,” ujar Widodo.

Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada berbagai komponen yang telah membantu tugas-tugas TNI. “Penghormatan, apresiasi, dan terima kasih saya sampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh budaya, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, civitas akademika, ormas, tokoh pemuda, dan segenap masyarakat Sulawesi yang selama ini menjalin koordinasi yang baik dengan TNI,” ujar jenderal bintang dua ini.

Pihaknya mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Kepedulian, kata pangdam, sangat penting dimana kebanyakan orang bermasa bodoh, cuek, dan hanya berfokus pada kepentingan pribadi atau kelompok. “Bagi prajurit TNI AD, haram hukumnya tidak peduli pada bangsa dan negara yang kita cintai,” katanya. (*)

Wednesday, December 14, 2016

MACCANEWS - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kantor Wilayah Agama Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia Sulsel, dan Perbankan di Kota Makassar (BNI, Bank Mandiri dan BRI) telah melakukan sosialisasi implementasi Layanan Keuangan Digital dan Penggunaan instrument non tunai kepada 150 Pondok Pesantren yang dilaksanakan di 3 tempat yaitu di Kota Makassar, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bulukumba.

Dari hasil sosialisasi tersebut, terdapat 42 Pondok Pesantren yang berminat dan berkomitmen untuk perluasan implementasi LKD. Pada tahap awal dilaksanakan Launching LKD di PP Darul aman bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia, Pondok Pesantren Showatul Is’ad di Kab. Pangkep dengan Bank Rakyat Indonesia, dan Pondok Pesantren Babussalam di Kab. Takalar dengan Bank Mandiri.

Tujuan dari implementasi LKD yaitu untuk mendorong perluasan akses keuangan kepada masyarakat dan membiasakan transaksi non tunai yang mudah, murah dan praktis. Melalui implementasi LKD juga diharapkan dapat mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren.

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan di Indonesia memiliki potensi untuk dilibatkan sebagai saluran distribusi dalam memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang mayoritas memeluk agama Islam.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI tahun 2012, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia mencapai 27.230 Pondok Pesantren dengan jumlah santri mencapai 3,76 juta santri, sementara sesuai data Kanwil Agama Sulsel 2014, jumlah Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan mencapai 289 Pondok Pesantren dengan jumlah santri mencapai sekitar 94 ribu santri. Dengan jumlah tersebut Pondok Pesantren dapat menjadi influencer pada santri dan sebagian besar masyarakat di sekitarnya sehingga santri maupun masyarakat tertarik untuk mengetahui layanan keuangan yang disediakan dan secara perlahan mulai mengenal dan mencoba bertransaksi dengan layanan keuangan tersebut.

Hadir dalam kegiatan dimaksud Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Bp. Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, M.S., Kepala KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan Bp. Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Bp. Drs. H. Abd. Wahid Thahir, M. Ag., Perwakilan MUI, OJK dan Perbankan. (rls)

Launching Layanan Keuangan Digital Kepada 1000 Orang Santri dan Pondok Pesantren

MACCANEWS - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kantor Wilayah Agama Sulawesi Selatan, Majelis Ulama Indonesia Sulsel, dan Perbankan di Kota Makassar (BNI, Bank Mandiri dan BRI) telah melakukan sosialisasi implementasi Layanan Keuangan Digital dan Penggunaan instrument non tunai kepada 150 Pondok Pesantren yang dilaksanakan di 3 tempat yaitu di Kota Makassar, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bulukumba.

Dari hasil sosialisasi tersebut, terdapat 42 Pondok Pesantren yang berminat dan berkomitmen untuk perluasan implementasi LKD. Pada tahap awal dilaksanakan Launching LKD di PP Darul aman bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia, Pondok Pesantren Showatul Is’ad di Kab. Pangkep dengan Bank Rakyat Indonesia, dan Pondok Pesantren Babussalam di Kab. Takalar dengan Bank Mandiri.

Tujuan dari implementasi LKD yaitu untuk mendorong perluasan akses keuangan kepada masyarakat dan membiasakan transaksi non tunai yang mudah, murah dan praktis. Melalui implementasi LKD juga diharapkan dapat mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren.

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan di Indonesia memiliki potensi untuk dilibatkan sebagai saluran distribusi dalam memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang mayoritas memeluk agama Islam.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI tahun 2012, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia mencapai 27.230 Pondok Pesantren dengan jumlah santri mencapai 3,76 juta santri, sementara sesuai data Kanwil Agama Sulsel 2014, jumlah Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan mencapai 289 Pondok Pesantren dengan jumlah santri mencapai sekitar 94 ribu santri. Dengan jumlah tersebut Pondok Pesantren dapat menjadi influencer pada santri dan sebagian besar masyarakat di sekitarnya sehingga santri maupun masyarakat tertarik untuk mengetahui layanan keuangan yang disediakan dan secara perlahan mulai mengenal dan mencoba bertransaksi dengan layanan keuangan tersebut.

Hadir dalam kegiatan dimaksud Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Bp. Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, M.S., Kepala KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan Bp. Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Bp. Drs. H. Abd. Wahid Thahir, M. Ag., Perwakilan MUI, OJK dan Perbankan. (rls)

MACCANEWS - Beberapa hari ini, media ramai memperbincangkan insiden ditemukannya belatung pada sebuah rumah makan di jalan Boulevard yang menjadi salah satu khas kuliner kota Makassar. Ketua Departemen Pengembangan Organisasi PP IKA Universitas Indonesia Timur, Arfian Hadi Saputra angkat bicara soal ini.

Menurutnya, persoalan ini harus disikapi karena menyangkut kesehatan orang banyak, karena hampir 40 persen warga makassar menjadikan kuliner ini sebagai makanan favorit, belum lagi luar Makassar Harusnya pengelolaan rumah makan haruslah higenis dan sesuai dengan SOP agar tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Ketua Komisi A DPRD Makassar, Wahab Tahir  juga mendesak agar dilakukan penutupan sementara usaha tersebut. Bersama komisi yang membidangi kesehatan diharapkan dapat duduk bersama dalam rangka membangun formula yg bisa dijadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) para pengusaha kuliner.

“Kami mendesak untuk sesegera mungkin dibentuk tim terpadu bersama BPOM dan Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Makassar untuk dilakukan evaluasi dan inspeksi kepada pengusaha kuliner ikon Makassar,” katanya.

Kasus yang mendapat perhatian besar warga kota Makassar ini, diminta jadi warning terhadap kuliner lainnya yang belum dikelola secara higenis. (bal/yus)

Belatung Pada Kuliner Makassar Viral di Medsos, Arfian ; Ini Harus Disikapi

MACCANEWS - Beberapa hari ini, media ramai memperbincangkan insiden ditemukannya belatung pada sebuah rumah makan di jalan Boulevard yang menjadi salah satu khas kuliner kota Makassar. Ketua Departemen Pengembangan Organisasi PP IKA Universitas Indonesia Timur, Arfian Hadi Saputra angkat bicara soal ini.

Menurutnya, persoalan ini harus disikapi karena menyangkut kesehatan orang banyak, karena hampir 40 persen warga makassar menjadikan kuliner ini sebagai makanan favorit, belum lagi luar Makassar Harusnya pengelolaan rumah makan haruslah higenis dan sesuai dengan SOP agar tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Ketua Komisi A DPRD Makassar, Wahab Tahir  juga mendesak agar dilakukan penutupan sementara usaha tersebut. Bersama komisi yang membidangi kesehatan diharapkan dapat duduk bersama dalam rangka membangun formula yg bisa dijadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) para pengusaha kuliner.

“Kami mendesak untuk sesegera mungkin dibentuk tim terpadu bersama BPOM dan Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Makassar untuk dilakukan evaluasi dan inspeksi kepada pengusaha kuliner ikon Makassar,” katanya.

Kasus yang mendapat perhatian besar warga kota Makassar ini, diminta jadi warning terhadap kuliner lainnya yang belum dikelola secara higenis. (bal/yus)

Monday, December 12, 2016

MACCANEWS - Saharuddin Ridwan selaku Koordinator Bank Sampah Indo Timur mengaku saat ini menggagas sistem pembayaran listrik masyarakat melalui pendapatan nasabah bank sampah.

“Tabungan mereka nanti bisa diambil. Dan nanti ada layanan sistem pembayaran lewat bank sampah untuk membayar listrik, air dan telepon nasabah,” akunya.

Upaya ini dilakukan, selain bentuk daripada inovasi pelayanan publik, juga sebagai moment peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tingkat menengah ke bawah. Dimana, gagasan atau ide ini lahir seiring dengan meningkatnya jumlah pendapatan hingga jumlah nasabah bank sampah di kota ini.

Apalagi, reduksi sampah pertahunnya bisa mencapai sekira 1.000 ton.  ”Sampah yang berhasil direduksi itu 1.000 ton sampai Oktober ini. November dan Desember belum kita hitung,” tambah Saharuddin. (*/yus)

Saharuddin Gagas Sistem Pembayaran Listrik Lewat Bank Sampah

MACCANEWS - Saharuddin Ridwan selaku Koordinator Bank Sampah Indo Timur mengaku saat ini menggagas sistem pembayaran listrik masyarakat melalui pendapatan nasabah bank sampah.

“Tabungan mereka nanti bisa diambil. Dan nanti ada layanan sistem pembayaran lewat bank sampah untuk membayar listrik, air dan telepon nasabah,” akunya.

Upaya ini dilakukan, selain bentuk daripada inovasi pelayanan publik, juga sebagai moment peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tingkat menengah ke bawah. Dimana, gagasan atau ide ini lahir seiring dengan meningkatnya jumlah pendapatan hingga jumlah nasabah bank sampah di kota ini.

Apalagi, reduksi sampah pertahunnya bisa mencapai sekira 1.000 ton.  ”Sampah yang berhasil direduksi itu 1.000 ton sampai Oktober ini. November dan Desember belum kita hitung,” tambah Saharuddin. (*/yus)

MACCANEWS - Realisasi program Makassarta Tidak Rantasak (MTR) melalui Bank Sampah, manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat. Pendapatannya sudah over target di tahun 2016 ini.

Koordinator Bank Sampah Indo Timur, Saharuddin Ridwan menyatakan, saat ini jumlah pendapatan seluruh nasabah bank sampah sudah mencapai sekira Rp1,6 miliar dari target kurang lebih Rp600-700 juta.

Data tersebut tercatat mulai dari bulan Januari hingga Oktober 2016 tahun ini. “Pemkot Makassar menargetkan sekira Rp600-700 juta. Pencatatan hasil pendapatan nasabah sudah melampaui target,” katanya.

Tidak hanya demikian, jumlah nasabah bank sampah juga melampaui target. Saat ini berjumlah 12.000 orang dari target 7.000 orang. “Sebenarnya ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan dalam mengelolah bank sampah, yakni jumlah pendapatan, nasabah, unit bank sampah dan reduksi sampah,” ujar Saharuddin.

Jumlah unit bank sampah, lanjutnya, saat ini tercatat hampir 480 unit. Targetnya pun melewati batas yang diinginkan Wali Kota Makassar, 333 unit di tahun ini. (*/yus)

WOW!!! Pendapatan Nasabah Bank Sampah Over Target Rp1,6 Miliar

MACCANEWS - Realisasi program Makassarta Tidak Rantasak (MTR) melalui Bank Sampah, manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat. Pendapatannya sudah over target di tahun 2016 ini.

Koordinator Bank Sampah Indo Timur, Saharuddin Ridwan menyatakan, saat ini jumlah pendapatan seluruh nasabah bank sampah sudah mencapai sekira Rp1,6 miliar dari target kurang lebih Rp600-700 juta.

Data tersebut tercatat mulai dari bulan Januari hingga Oktober 2016 tahun ini. “Pemkot Makassar menargetkan sekira Rp600-700 juta. Pencatatan hasil pendapatan nasabah sudah melampaui target,” katanya.

Tidak hanya demikian, jumlah nasabah bank sampah juga melampaui target. Saat ini berjumlah 12.000 orang dari target 7.000 orang. “Sebenarnya ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan dalam mengelolah bank sampah, yakni jumlah pendapatan, nasabah, unit bank sampah dan reduksi sampah,” ujar Saharuddin.

Jumlah unit bank sampah, lanjutnya, saat ini tercatat hampir 480 unit. Targetnya pun melewati batas yang diinginkan Wali Kota Makassar, 333 unit di tahun ini. (*/yus)

Sunday, December 11, 2016

MACCANEWS - PMII komisariat UNM menggelar Mapaba Akbar I dengan harapan melahirkan kader yang bukan hanya memiliki intelektual yang tinggi namun mampu berdaya saing dalam pergerakan dalam mengamalkan ilmunya di tataran masyarakat.

Ketua Komisariat PMII UNM, Supiardi, berharap melalui Mapaba akbar ini dapat mempermantap kembali follow up dengan membuatkan sekolah aswaja yang akan dilakukan setiap sabtu minggu di pesantren Bontoala tua Makassar

"Semoga PMII betul-betul menjadi motor penggerak, menjadi agent of change dan agent of development menuju kebangkitan dan masa depan bangsa yang lebih baik melalui Mapaba Akbar 1 ini," katanya.

Ketua panitia, Tri Reski Darmawansyah menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah yang baik untuk membangun kembali PMII UNM terkhusus komisariat UNM sebagaimana amanah senior senior yang hari ini tetap eksis memberikan sumbangsi moral dan morilnya terhadap PMII unm dengan lahirnya 2 rayon baru dari Fakultas Ilmu Sosial dan Rayon Fakultas MIPA.

"Rayon dari Fakultas Ilmu Sosial sempat ada dan hari ini mampu hadir kembali melanjutkan amanah senior yang sempat hilang. Dengan lahirnya anggota baru di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ini dengan jumlah 56 orang  dari fakultas MIPA dan FIS  itu nantinya mampu melanjutkan regenerasi yang berkesinambungan dan terus melakukan Mapaba sesuai jenjangnya masing masing," ujarnya. (rls/yus)

PMII UNM Bangkit Lagi! Gelar Mapaba Akbar

MACCANEWS - PMII komisariat UNM menggelar Mapaba Akbar I dengan harapan melahirkan kader yang bukan hanya memiliki intelektual yang tinggi namun mampu berdaya saing dalam pergerakan dalam mengamalkan ilmunya di tataran masyarakat.

Ketua Komisariat PMII UNM, Supiardi, berharap melalui Mapaba akbar ini dapat mempermantap kembali follow up dengan membuatkan sekolah aswaja yang akan dilakukan setiap sabtu minggu di pesantren Bontoala tua Makassar

"Semoga PMII betul-betul menjadi motor penggerak, menjadi agent of change dan agent of development menuju kebangkitan dan masa depan bangsa yang lebih baik melalui Mapaba Akbar 1 ini," katanya.

Ketua panitia, Tri Reski Darmawansyah menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah yang baik untuk membangun kembali PMII UNM terkhusus komisariat UNM sebagaimana amanah senior senior yang hari ini tetap eksis memberikan sumbangsi moral dan morilnya terhadap PMII unm dengan lahirnya 2 rayon baru dari Fakultas Ilmu Sosial dan Rayon Fakultas MIPA.

"Rayon dari Fakultas Ilmu Sosial sempat ada dan hari ini mampu hadir kembali melanjutkan amanah senior yang sempat hilang. Dengan lahirnya anggota baru di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ini dengan jumlah 56 orang  dari fakultas MIPA dan FIS  itu nantinya mampu melanjutkan regenerasi yang berkesinambungan dan terus melakukan Mapaba sesuai jenjangnya masing masing," ujarnya. (rls/yus)

GALERI

SUARA WARGA suara pembaca pedomanta

Blogger templates. Proudly Powered by Inovasi Digital.