![]() |
MACCANEWS, Parepare -- Pasca rapat Dengar Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare bersama aliansi Kebangsaan yang melahirkan kesepakatan untuk menghadirkan wakil wali kota Parepare Faisal Andi Sapada (FAS) pada rapat DPRD.
Hal itu segera diagendakan pasca kondisi politik Parepare yang menghangat akhir-akhir ini.
Salah satu pimpinan DPRD Parepare Rahmat Sjamsu Alam menjelaskan rencana menghadirkan Wakil Wali kota adalah permintaan Aliansi Kebangsaan yang mendatangi DPRD Senin kemarin.
Rahmat Sjamsu Alam, siap mengagendakan hal tersebut dengan satu syarat, yakni agendanya hearing alias Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Kalau itu sifatnya dengar pendapat saya kira tidak ada masalah. Kita siap agendakan," singkat Rahmat, yang juga Ketua Demokrat Parepare itu, Selasa 26 Juli.
Sebelumnya, Ketua Pemuda Pancasila (PP) yang juga mantan anggota DPRD Parepare Fadli Agus Mante sapaan akrab Awink meminta DPRD untuk menggelar kembali rapat paripurna, dengan menghadirkan FAS.
Kehadiran wakil wali kota itu menjadi salah satu tuntutan Aliansi Kebangsaan pada saat hearing kemarin. Situasi pemerintahan Parepare dianggap penting untuk dibahas, mengingat sudah dua tahun terakhir TP-Fas pecah kongsi dan berujung pada klaim pendzaliman diantara keduanya, salah satunya wawali tidak diberi wewenang sesuai tupoksinya.
Penggiat Hukum Makmur M Raona. SH, menilai pecah kongsi tersebut diharapkan jangan menjadi liar dalam kehidupan masyarakat sosial Yang mengundang image buruk diluar, sehingga untuk menjawab hal tersebut sebaiknya keduanya dipertemukan untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat kepada pasangan TP- FAS.
Dengan berkembangnya isu pecah kongsi tersebut dapat menimbulkan gejolak dalam kelompok masyarakat, jika hal ini masih terus bergulir suka atau tidak, kami dari bagian masyarakat parepare akan mengambil langkah - langkah untuk membentuk suatu Forum yang disebut Forum masyarakat peduli atas kelangsungan pemerintahan dan tidak memihak kepada siapapun .
"Tujuan kami semata - mata untuk memperjelas terjadinya isu pecah kongsi kedua pemimpin ini, insya Allah dalam dekat ini akan kita bentuk perwakilan dari masyarakat yaitu bukan dari Fas ataupun TP," Jelas M Raona.
"Kita berharap isu pecah kongsi itu tidak benar, kekuatiran kami jika isu tersebut benar maka dapat kita maknai sebuah tindakan pelanggaran sumpah dan janji oleh kedua pasangan terdebut dengan tindakan baku " Bombe" baik FAS maupun TP adalah bentuk penghianatan tetahadap masyaraka parepare sebagaimana disebut dalam salah satu point sumpah dan jabatan pejabat negara," tandasnya. (R4/Jn)
0 komentar: